TENTANG LENTERA INTERNASIONAL

ls
Komunitas Lentera Internasional merupakan komunitas sastra lintas negara Asean yang dibentuk pada 26 November 2011. Dibentuk oleh sastrawan-sastrawan Asean di antaranya Noor Aisya bte Buang (Singapura) dan Muhammad Rois Rinaldi (Indonesia). Didukung oleh Sonny H. Sayangbati (Indonesia), Bard Vilanova (Malaysia), dan Tabir Alam (Malaysia). Kiprah Lentera Internasional semakin diakui di kalangan sastrawan Asean, sehingga dipercaya menjadi salah satu komunitas pendiri GAKSA (Gabungan Komunitas Sastra Asean) pada tahun 2015.
Saat ini Lentera Internasional dipusatkan di dua tempat. Pertama di Singapura, tepatnya di Marsiling Drive dan di Indonesia, tepatnya di Kota Cilegon. Meski memiliki dua pusat, masing-masing pusat memiliki pengurus dan kebijakannya tersendiri. Lentera Internasional dapat juga berfungsi sebagai media penyambung bagi sastrawan Indonesia untuk bergiat dan berkomunikasi dengan sastrawan negara Asean. Komunitas ini, tidak berafiliasi dengan pemerintah. Berdiri secara mandiri.
Visi Lentera Internasional adalah membuka pintu kesusastraan bagi siapa saja yang ingin menjadi penggiat, penikmat, dan pemerhati sastra tanpa memandang kasta, latar pendidikan, agama, ras, dan suku. Kami sangat menekankan pada peningkatan intelektualitas, kepekaan jiwa, dan pemerataan kesempatan bagi siapa saja yang ingin berkiprah di dunia satra. Upaya-upaya yang kami maksud di antaranya dengan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah, dari kampung ke kampung, dan bergrilya di antara rutinitas kota. Kami berusaha membuktikan bahwa sastra dapat juga berperan  baik bagi peradaban manusia.
Dalam pemrograman, kami memprioritaskan generasi-generasi muda. Karena kami menyadari betul, betapa generasi-generasi muda membutuhkan jalan yang terbuka untuk memulai langkah. Meski demikian, kami tetap menjaga hubungan yang stabil dengan generasi-generasi mapan. Dengan demikian, akan tercipta nuansa kesusastraan yang saling mengisi dan menguatkan, bukan sebaliknya. Mengenai konsep kesusastraan yang kami tawarkan, kami tidak memiliki konsep dalam pengertian yang kaku. Konsep kami adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Maksud kami, setiap manusia memiliki konsep-konsepnya sendiri. Kami membiarkan hal tersebut tumbuh di dalam Lentera Internasional sebagai berkah. Tentu saja kami tetap menentukan batasannya, yakni batasa agama dan konstitusi negara, dan norma-norma yang berkembang di masyarakat.
Penerbitan Buku
Sebagai organisasi sastra, kami telah menerbitkan karya-karya yang kami nilai layak diterbitkan, di antaranya:
  1. Lentera Sastra, karya penyair empat negara, Sembilan Mutiara Publishing, Trenggalek, 2013.
  2. Lentera Sastra II, karya penyair lima negara, Lentera Internasional, Cilegon, 2014.
  3. Noor Aisya: Karya dan Kiprahnya, karya Muhammad Rois Rinaldi dkk, Pustaka Senja, 2015.
  4. Jalan Sunyi karya Vanera el-Arj, Lentera Internasional, Cilegon, 2016.
Kegiatan
  1. Peluncuran buku puisi “Lentera Saastra I” dan temu penyair 4 negara di Batu Muda Chevas, Malaysia. Pada 22 Juni 2013.
  2. Peluncuran buku puisi “Lentera Sastra II” dan Temu Sastra Asia Tenggara di Cilegon, Banten, Indonesia. Pada 23-25 Oktober 2014. Bekerjasama dengan Dewan Kesenian Cilegon, Banten, Indonesia.
  3. Bedah buku penyair empat negara di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Maret 2015.
  4. Bedah buku penyair empat negara di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Maret 2015.
  5. Peluncuran buku puisi Jalan Sunyi karya Vanera el-Arj, 30 Maret 2016.
  6. Parade Deklamator Muda Cilegon, 30 Maret 2016.