Friday 15th December 2017

Gaksa Menerbitkan Buku Penyair Asean

Gaksa Menerbitkan Buku Penyair Asean
15541642_10154769830439780_2878551969807089955_n
Lentera Internasional, Asean – Sebagaimana diketahui, Gabungan Komunitas Sastra Asean (GAKSA) merupakan organisasi sastra antarbangsa yang dibentuk langsung oleh komunitas-komunitas sastra Asean. Komunitas-komunitas yang bergabung di dalamnya sama-sama memiliki tujuan untuk membangun peradaban Asean melalui pergerakan sastra.
Program-program Gaksa cukup beragam, mulai dari seminar sastra Internasional yang digelar di berbagai negara hingga kerjasama di bidang pelatihan sastra antarbangsa. Salah satu program yang juga tidak dilewatkan oleh Gaksa yakni penerbitan buku puisi penyair-penyair Asean.
Irwan Abu Bakar, Presiden Persatuan Aktivis E-Sastera Malaysia, mengungkapkan bahwa program ini merupakan program yang kemungkinan menjadi program rutin Gaksa. Salah satu inisiator Gaksa ini menilai bagaimana pun penerbitan buku masih tetap kontekstual untuk dilaksanakan oleh penggiat kesusastraan Asean, terlebih animo sastrawan sangat besar terhadap setiap program yang diluncurkan Gaksa.
“Program penerbitan buku puisi penyair Asean tahun 2017 sangat ramai, volume 1 belum usia, volume 2 sudah penuh, begitu pun dengan volume tiga, jumlah penyair yang mengirim karya sudah memenuhi batas yang ditentukan,” ungkapnya.
Proses penerbitan buku ini, masih menurut Irwan, dipercayakan kepada Gaksa Enterprise, yakni badan legal yang sengaja dibuat untuk menjalankan setiap program Gaksa baik penerbitan maupun yang lainnya.
“Sekarang dalam proses pengumpulan untuk dikonsep tata letaknya,” ungkap CEO Gaksa Enterprise, Muhammad Rois Rinaldi.
Ia menyampaikan jumlah penyair dalam setiap penerbitan buku puisi tidak banyak, maksimal 15-20 orang dengan jumlah karya 10-15 puisi. Ini untuk memastikan bahwa karya-karya yang diterbitkan oleh Gaksa sungguh-sungguh dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.
“Selama ini orang mengejar kuantitas, Gaksa tidak ingin begitu. Meski yang namanya kualitas karya sastra selalu saja dapat diperdebatkan,”kata Presiden Lentera Internasional yang juga menjadi inisiator Gaksa.
 
Rois menambahkan, berdasarkan hasil kesepakatan seluruh petinggi komunitas Asean yang tergabung dalam Gaksa, buku puisi penyair Asean ini diterbitkan selambat-lambatnya pada Maret mendatang.
 
“Nama-nama penyair yang lolos kami umumkan setelah buku diterbitkan, ya, anggap saja ini kejutan,” pungkasnya.
Tags: , , , , , , ,

No Responses

Leave a Reply