Monday 20th November 2017

Dua Penyanyi Malaysia Akan Tampil di Cilegon

Dua Penyanyi Malaysia Akan Tampil di Cilegon

Dalam rangkaian perjalanan E-Sastera Malaysia yang diberi nama “Antara Anyer dan Jakarta”, dua penyanyi Malaysia, Ilya Kablam dan Hijasri, yang tergabung dalam Grup Lagu Puisi (GLP) akan tampil di Cilegon pada 19 November 2016 mendatang. GLP akan tampil di sela-sela  Seminar Internasional E-Sastera Indonesia-Malaysia yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa STIKOM Al-Khairiyah, di Gedung Serba Guna Al-Khairiyah Citangkil.

Kehadiran artis rekaman Esastera Records dibentuk oleh Presiden Persatuan Aktivis e-Sastera Malaysia (E-Sastera), Prof. Dr. Ir. Wan Abu Bakar Wan Abas ini merupakan momen yang sangat dinantikan. Mengingat GLP telah dikenal di banyak kalangan, terutama pada penikmat, penggiat, dan pemerhati sastra di Malaysia dan Indonesia.   Selain itu, kehadiran GLP dapat dijadikan media untuk pertukaran budaya, terutama dalam bidang musik. GLP datang didampingi oleh seniman muda Malaysia yang bertindak sebagai manager GLP, Dinie Wan.

Ditanya mengenai latar belakang GLP dibentuk, Ilya memaparkan GLP dibentuk untuk mendukung upaya memasyarakatkan sastra melalui musik, sesuai perkembangan zaman. Karena musik lebih mudah diterima semua kalangan masyarakat. Selain itu, GLP turut memperkokoh pergerakan diusung oleh E-Sastera Malaysia yang berusaha memperkenalkan sastra siber sebagai konsep sastra mutakhir yang dapat dipertanggungjawabkan. Konsep kesusastraan yang dapat memberi harapan baik bagi perkembangan kesusastraan ASEAN.

Menurut Ilya, konsep duo atau grup lagu puisi sesungguhnya bukanlah ide baru di kancah kesusastraan ASEAN. Sudah banyak yang menggubah puisi dari berbagai penyair menjadi lagu-lagu yang menarik. Akan tetapi ia memandang ini kaitannya dengan konsistensi dalam berkarya. Banyak yang lahir dan mudah hilang dari peredaran. Oleh karena itu sebagaimana mulanya, GLP yang membuat lagu dari puisi penyair-penyair web eSastera2u.com, terus berupaya mempertahankan konsistensinya.

Sebagai bentuk konsistensi itu, GLP telah meluncurkan album terbarunya, “Dot-dot”. Album tersebut mendapat sambutan baik dari para peminatnya, baik di Indonesia maupun di Malaysia. Mengenai proses penggarapan album-album GLP, Ilya memaparkan setelah puisi terpilih,  yang paling pertama adalah mempertemukan pihak-pihak yang harus diajak bicara sebelum album digarap.

Apabila sumber-sumber yang betul bertemu (pendiri laman web, profesor, penyanyi, dan produser muzik),” lanjut Ilya. “Sesuatu yang serius seperti album lagu puisi dapat dihasilkan, diterbitkan dan dipasarkan dalam industri hiburan arus perdana.

Saat dikonfirmasi, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa STIKOM Al-Khairiyah, Munhaji, mengatakan membenarkan rencana kehadiran GLP di Cilegon. Menurutnya, kehadiran GLP beserta rombongan E-Sastera Malaysia tidak saja dipandang sebagai pementasan belaka. Ada pesan persaudaraan dan perdamaian.

Kegiatan ini sangat penting,” ungkap Munhaji. “Malaysia dan Indonesia adalah Negara serumpun. Ibarat kakak dan adik, Malaysia dan Indonesia harus sering dipertemukan dalam nuansa yang akrab dan intim. Melalui kegiatan sastra dan seni inilah pertemuan-pertemuan mengesankan akan tercipta.”

(Redaksi LI)

Tags: , ,

No Responses

Leave a Reply