Friday 15th December 2017

Asean E-Writer Award 2016 Akan Digelar di Banten

Asean E-Writer Award 2016 Akan Digelar di Banten

 

14368722_10205848812974387_2278077693742269868_n

Beberapa pengurus Gaksa ketika bertemu di Medan

Asean E-Writer Award 2016 akan digelar di Banten pada 18 November 2016. Anugerah yang dikeluarkan oleh Gabungan Komunitas Sastra ASEAN (GAKSA) ini merupakan bentuk apresiasi serius kepada para sastrawan yang mempublikasikan karya-karyanya di media online, tepatnya di Grup Facebook Gaksa.
Gaksa dibentuk belum genap setahun, berdasarkan inisiasi Persatuan Aktivis E-Sastera Malaysia, Lentera Internasional Indonesia, Komunitas Penulis Melayu Patani Thailand, Putra Seni Brunei Darussalam, dan Bebas Melata Singapura. Keanggotaan Gaksa diseleksi secara ketat oleh para pendiri dari masing-masing Negara.
Sastrawan yang kelak mendapat anugerah ini selain mendapatkan plakat dan sertifikat, akan mendapatkan uang tunai yang disponsori oleh syarikat Gaksa Enterprise. Rencananya penyampaian anugerah ini akan disampaikan oleh Presiden E-Sastera Malaysia, Prof. Dr. Irwan Abu Bakar, didampingi Presiden Lentera Internasional, Muhammad Rois Rinaldi.
Meski belum dapat dipastikan, pendiri Bebas Melata Singapura, Rohani Din, menyampaikan keinginannya untuk dapat hadir di Banten.
Mengenai penyeleksian, Gaksa membentuk panel khusus yang independen. “Pemenang anugerah akan ditentukan melalui karya yang disiarkan di grup fb ‘Gaksa – Karya Sastera Asean’ sepanjang tempoh 1.7.16 hingga 31.10.2016,” papar Irwan melalui akun FB-nya.
Irwan juga menyampaikan bahwa setiap sastrawan masih memiliki kesempatan untuk mengirimkan karya-karyanya di grup Gaksa sampai Tim Panel menutup penyeleksian. Akan tetapi pihak Gaksa tidak menyampaikan batas waktu penyeleksian.
Ketika dikonfirmasi mengenai ini, Rois menyampaikan bahwa waktu penutupan tidak diumumkan karena akan disesuaikan dengan kesepakatan Tim Panel. Jika dianggap sudah cukup, akan ditutup tanpa harus ada pemberitahuan.
“Yang pasti tiga hari sebelum malam penganugerahan, penyeleksian serta penilaian sudah selesai,” lanjutnya.
Mengenai tempat pelaksanaan, Rois mengaku masih mencari yang sesuai dengan agenda acara. “Selama ini malam anugerah selalunya di hotel-hotel. Kali ini kami ingin konsep yang berbeda. Lebih terbuka bagi siapa saja dan tentu saja, mudah dijangkau,” pungkas Rois.

Untuk menyelenggarakan kegiatan ini, Gaksa membentuk panitia lokal yang dipimpin oleh Fajar Timur dan Ega Eryani Setyatama. (Redaksi LI)

Tags: ,

No Responses

Leave a Reply